Guillermo Ochoa, Kalah Di PD 2018 Namun Menangkan Hati Pecinta Bola

Guillermo Ochoa, Kalah Di PD 2018 Namun Menangkan Hati Pecinta Bola

Guillermo Ochoa, Kalah Di PD 2018 Namun Menangkan Hati Pecinta Bola

Guillermo Ochoa, Kalah Di PD 2018 Namun Menangkan Hati Pecinta Bola

List Bandar Bola Online Terbesar Di Indonesia, Meksiko mesti kembali tidak berhasil di fase knock out Piala Dunia untuk yang ke-7 kalinya, sesudah kalah di tangan Brasil pada Senin malam (03/07/2018) di Samara Arena dengan score 2-0.

Walau kalah, penjaga gawang Meksiko Guillermo Ochoa tampak mengagumkan melalui beberapa penyelamatan spektakuler.

Penampilannya ini juga dapat bikin beberapa para penggemar sepak bola mengagumi akan serta menyimpan respect untuk sang pemain. Terutama perjuangannya untuk jadi kiper Meksiko tidak gampang.

1. Makna nomer punggung 13

Untuk beberapa orang nomor 13 jadi angka sial yang senantiasa dijauhi. Tetapi tidak sama untuk Ochoa yang senantiasa memakai nomor punggung 13 baik di tim nasional Meksiko ataupun waktu bermain di level club.

Baca Juga : Piala Dunia 2018: Perjalanan Manis Berujung Pahit Iniesta Bersama Spanyol

Angka 13 jadi nomor yang khusus untuk dianya lantaran angka itu adalah tanggal kelahirannya yakni 13 Juli 1985 serta tanggal kiprah pertamanya bersama dengan tim nasional Meksiko, 13 Juni 2014.

Piala Dunia 2014 sendiri adalah World Cup pertamanya dibawah mistar gawang Meksiko yang sekaligus juga mengorbitkan namanya lantaran tampak hebat dengan beragam penyelamatannya. Satu diantaranya yaitu waktu menahan imbang Brasil di fase group Piala Dunia 2014.

2. Perjuangan sampai jadi penjaga gawang paling utama Meksiko

Perjuangan Guillermo Ochoa untuk jadi penjaga gawang paling utama Meksiko tidak gampang. Sang penjaga gawang mengawali karier profesionalnya bersama dengan club lokal CF America, yang kemmudiain berpetualang di tim-tim kecil Eropa seperti Ajaccio di Liga Prancis, juga membela Malaga serta Granada di Liga Spanyol.

Ochoa sebetulnya mulai di panggil di Piala Dunia 2006 di Jerman, tetapi dia cuma dipilih jadi penjaga gawang ke-3 serta tak sempat di turunkan. Piala Dunia 2010 dia kembali di panggil, kesempatan ini nasibnya sedikit lebih baik karna didapuk jadi penjaga gawang ke-2, walau belum di turunkan.

Piala Dunia 2014 jadi tampilan pertamanya melindungi gawang tim nasional Meksiko. Dia juga sukses menjaganya dari kebobolan serta menang 1-0 melawan Kamerun. Mulai sejak ini juga Ochoa setia jadi pilihan paling utama dibawah mistar gawang El Tri, termasuk juga di Piala Dunia 2018.

3. Sempat ikut serta dalam skandal doping Meksiko

Saat sebelum CONCACAF Gold Cup pada th. 2011, 5 pemain Meksiko terdeteksi lakukan doping memakai zat terlarang bernama clenbuterol. Guillermo Ochoa termasuk juga satu diantara salah satunya, hingga dia juga dilarang tampak bermain untuk Meksiko.

Federasi sepak bola Meksiko juga lalu lakukan suatu investigasi. Suatu temuan tersingkap bila hal itu sebetulnya adalah masalah keracunan makanan.

Hasil investigasi memberikan bila daging yang dikonsumsi beberapa pemain itu memiliki kandungan clenbuterol, hingga hal itu dikira bukanlah kesengajaan pemain. Ochoa juga lalu dilepaskan dari hukuman larangan bermain.

4. Tampak memukau walau Meksiko mesti kembali gugur di fase knock out

Meksiko mengawali Piala Dunia dengan sangatlah baik sesudah sukses menaklukkan juara bertahan Jerman dengan score 1-0. Ochoa jadi bintang dalam pertandingan itu sesudah sukses bikin 9 penyelamatan mengagumkan.

El Tri sendiri maju ke sesi knock out jadi runner up group F dengan 6 point sesudah kalah 3-0 di pertandingan paling akhir fase group dari Swedia.

Meksiko mesti kembali bertemu dengan Brasil di sesi knock out Piala Dunia 2018. Histori jelek juga kembali terulang, Meksiko kembali tidak berhasil lolos dari fase knock out untuk yang ke tujuh kalinya, sesudah ditaklukkan Brasil dengan score 2-0 pada Senin malam (03/07/2018).

Meksiko mungkin kalah semakin besar sekali lagi bila Ochoa tidak sukses menyelamatkan gawangnya dari sertangan-serangan mematikan Neymar dkk. Dalam pertandingan itu dia mencatatkan 8 penyelamatan, yang membuatnya penyelamatan paling banyak ke-2 pada sebuah kompetisi. Hebatnya penyelamatan paling banyak juga diukir atas namanya sendiri waktu melawan Jerman.